Chapter VIII : Pengamanan Sosmed dan Email
- Minggu, Juli 12, 2020
- By Yahya Muhaimin
- 0 Comments
Media sosial
seperti Facebook, Instagram, dan Twitter
memudahkan kita untuk berbagi konten secara online. Namun berbagi konten di
jejaring sosial agak berbeda dibanding media komunikasi online yang lain. Tidak
seperti email atau pesan instan yang cenderung privat, sebaliknya bahwa sesuatu
yang Anda posting melalui sosmed bersifat lebih publik. Artinya, banyak orang
dapat melihat apa yang anda bagikan di ruang public(cyberspace) tersebut.
cr : websindo.com
.
Menurut data
dari Zephoria, setiap bulannya Facebook memiliki 1,44 milliar user aktif. 1,25
milliar diantaranya mengakses Facebook dari perangkat mobile. Dan ada 300 juta
foto yang diupload setiap harinya. Sayangnya kepopuleran situs sosial media
juga menarik minat para penjahat cyber. Sudah banyak kasus kejahatan cyber
yang dilakukan melalui situs sosmed, beberapa diantaranya adalah identity theft
(pencurian identitas), pedophilia, penipuan (cyber scam), bullying, malware,
dan beberapa beberapa kasus pelanggaran privacy.
Penjahat
cyber seringkali menggunakan info pada profile pada sosial media untuk
mengumpulkan informasi tentang korban. Sebaiknya kita batasi informasi apa saja
yang kita tampilkan pada profile kita. Kasus lainnya adalah korban menerima
sebuah pesan phishing. Pesan ini biasanya mengarahkan korban untuk meng-klik
sebuah tautan. Biasanya tautan ini adalah sebuah website palsu. Dengan cara ini
penyerang bisa mencuri login dan password dari korban.
.
Malware
Ancaman
lainnya adalah malware. Penyerang menggunakan situs sosmed untuk menginfeksi
komputer korban dengan malware. Caranya dengan mengirimkan sebuah file kepada
korban, atau meminta korban mengklik sebuah alamat website. Ancaman lainnya
pada sosmed adalah url spoofing, clickjacking dan social engineering.
.
Geotagging
Selain itu
para penjahat cyber juga mengumpulkan informasi geotagging untuk mengetahui
lokasi korban. Informasi ini bisa diekstrak dari gambar yang kita upload pada
sosmed. Situs sosmed juga menyimpan lokasi kita ketika kita melakukan update
status maupun login. Fitur geotagging ini bisa kita matikan. Situs sosmed juga
menyediakan berbagai pilihan untuk meningkatkan keamanan kita. Misalnya kita
bisa atur, siapa saja yang bisa melihat profile kita, siapa saja yang bisa
mengirimkan pesan pada kita, maupun notifikasi bila ada yang mencoba untuk
login pada akun sosmed kita. Selain itu kita juga tersedia pilihan untuk
melakukan blacklist atau blokir terhadap user tertentu.
Fitur-fitur
ini bisanya disediakan oleh layanan sosial media tersebut bagian security
setting. Sebaiknya berhati-hati juga bila kita menggunakan akun sosial
media kita untuk login ke website lain. Ancaman lainnya adalah celah keamanan
pada layanan sosmed. Memanfaatkan celah ini penyerang bisa melakukan serangan
cross-site scripting, maupun mencuri data korban dari server sosmed.
.
Ciaaoo

0 komentar